How?

0

​Kalo kamu pandai menilai, ‘harusnya’ kamu juga pandai dalam mengoreksi. Jadi, sudah sejauh mana koreksimu? masih mengoreksi diri sendiri atau sudah lebih suka mengoreksi orang lain? huehehe

Your Quality based in your Dream

0

Assalamualaikum Wr. Wb

Woaah! Akhirnya mulai lagi untuk ‘mengabadikan pemikiran’ setelah sekian lama disibukan oleh urusan urusan yang bersangkutan dengan masa depan hehehe…. Dan juga sempat terdapat kendala pada blog ini, yaitu kesulitan untuk di buka.

Okey langsung saja,

DREAM!

Mimpi. Cita-cita. Hal tersebut tidak melulu tentang profesi masa depan. Tidak melulu masalah capaian capaian gelar/pangkat. Tapi lebih dari itu, mimpi juga bisa didefinisikan sebagai sesuatu yang kita inginkan tapi belum sempat kita capai, tetapi sudah kita rencanakan. Dan rata-rata orang lebih focus pada mimpi mereka yang berkaitan pada profesi masa depan, gelar masa depan dll yang bersangkutan mengenai hal hal seperti itu. 

Tidak dipungkiri, saya pun punya mimpi mimpi yang bersangkutan akan profesi masa depan. Tapi saya juga mempunyai mimpi yang mungkin jarang sekali orang memperhatikan mimpi yang seperti ini, mimpi mimpi yang kadang ‘dicap’ mustahil karna ngga ada dasar pijakan untuk mimpi seperti yang akan saya beberkan nanti.

Sedangkan mimpi profesi masa depan mungkin sudah bisa diprediksi dengan mempersiapkan diri dalam hal hal yang dibutuhkan untuk mencapainya. Seperti jika ingin menjadi seorang anggota militer, kita sudah bisa menyiapkan fisik serta persyaratan persyaratan lainnya dari jauh jauh hari. Atau pun ketika ingin kuliah di suatu Universitas favorit, tentu kita mempersiapkan kemampuan akademik kita dari jauh jauh hari pula.

Tapi saya mempunyai mimpi lebih dari sekedar mimpi mimpi diatas. Salah satu dari mimpinya yaitu,  Saya memiliki mimpi bahwa Saya sangat ingin memberi,bershadaqah,’mentraktir’ khususnya dalam hal materi tanpa pikir panjang. Tanpa khawatir harta saya akan habis. Tanpa berfikir ‘masih berapa harta saya’. 

Karna saya merasakan kebahagiannya tersendiri ketika dapat membantu orang orang yang membutuhkan, membantu teman teman saya yang sangat sabar menghadapi saya, membantu orang orang yang menyayangi saya. 

Materi memang bukan satu satunya yang dibutuhkan oleh mereka. Tapi setidaknya itu merupakan salah satu hal yang bisa dibilang ‘sedikit’ membuat mereka merasa bahagia, karna mungkin ada beberapa pihak yang merasa bahagia karna telah tercukupi kebutuhan kebutuhannya karna pemberian yang saya lakukan (Insya Allah). Dan saya ingin melakukan pemberian dengan rasa ikhlas seikhlas ikhlasnya. Tanpa pamrih sedikit pun. Karna saya selalu yakin, Allah SWT tau niat terdalam saya. Tanpa perlu saya menjelaskan panjang lebar kepada-NYA. Dan pada akhir tulisan ini saya selalu berharap pada Allah SWT untuk senantiasa membantu, senantiasa ‘bermain’ dalam proses saya untuk bisa mencapai semua mimpi yang ada. 

Aamiin! Stay think big, act wise!

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Harapan Dibalik Sebuah Nama

3

Setelah lama sekali vakum, saya mencoba menulis kembali. Saya amat sangat menyadari bahwa menulis & ‘bersuara’ itu penting. Semoga tulisan ini menginformasi & menginspirasi anda:) enjoy.

image

‘ALASAN DIBALIK SEBUAH NAMA’
Mengacu pada judul,tulisan ini akan membahas tentang ‘judul’ diatas. Menurut saya,alasan seseorang memberikan nama pada seseorang lainnya bukan semata-mata panggilan yang indah, tapi mempunyai makna tersirat juga tersurat. Contoh paling nyata, ketika orang tua kita memberikan nama terhadap kita itu merupakan ungkapan perasaan, ungkapan, dan yang paling penting adalah nama itu merupakan sebuah ‘harapan’. Orang tua kita menyimpan harapan besar pada nama kita. Perhatikan nama kalian, cari maknanya. Itu adalah harapan orang tua kalian:). Nama saya Happy Herlambang, dan sudah jelas makna dari nama saya. Orang tua saya punya harapan besar agar saya bahagia, tapi itu hanya makna tersurat, ada harapan harapan tersirat atau tersembunyi dibalik pemberian nama. Menurut saya, makna tersirat dari nama saya adalah bukan hanya bahagia, tetapi membahagiakan, tidak mudah bersedih sebesar apapun masalahnya. Bukan hanya bahagia secara rohani tetapi secara materi, bahkan saya harus jadi individu yang bahagia dalam apapun.

Lalu saya pernah mendapat pertanyaan,
“Tapi kenapa arti nama yang orang tua berikan ke kita tidak sesuai dengan kenyataan yang saya alami?” *Contoh : nama sabar tetapi bukan orang yang memiliki kesabaran tinggi*

Sehingga saya jawab,
Jika menurut saya itu kesalahan anda, bukan kesalahan orang tua anda. Karna kamu yang harus menyesuaikan sikap, nasib, atau apapun yang berkaitan dengan doa (nama) yang orang tua berikan kepada anda.

Jadi, buat nama yang anda pakai saat ini mempunyai makna yang sebenar-benarnya. Bukan sekedar ‘arti’.

Maaf jika terdapat kalimat yang sukar dipahami atau “tidak nyambung”. Anda bisa mencantumkan like pada postingan ini juga bisa memberikan komentar, dan saya ama sangat tersanjung jika diantara kalian ada yang meng-reblog atau membagikan postingan ini:)

Sekali lagi, terima kasih sudah membaca, semoga menginformasi serta menginspirasi:)

dilan! (dilanku juga!)

1

arinori hanari

Dilan~

Tulisan ini dibuat setelah aku selesai membaca buku dilan, karangan Pidi Baiq ceritanya tentang milea sama dilan yang unik tapi romantis hehehe. Diem- diem aku juga berkhayal punya sosok kaya tokoh dilan waktu SMA, tapi setelah dicari ngga ada. Maksudnya gak ada dilan yang kayak punyanya milea. Aku juga punya dilan, tapi bukan dilannya milea. Tapi dilan punyaku gitu~

Kalo dilannya milea itu nakal dan suka fisika, dilanku nggak. Anaknya baik, pendiem lagi. Tapi tetep asik (atau Cuma asik sama aku ya?) hehehe
Aku ganti deh, jangan dilanku tapi dilan nya rindi. Iya dulu rindi juga punya dilan, dilan- dilan.an gitu. (Sekarang? Masih kok, rindi merasa masih punya :D)

Dicerita milea, dia bukan wanita sosok pertama. Kalo dilannya rindi, rindi yang pertama (katanya sih gitu, ya rindi juga gatau) tapi kalaupun rindi bukan yang pertama rindi gak mau tau. Maunya tau kalo rindi yang pertama buat dilan. Gak mau…

View original post 300 more words

Introvert vs Ekstrovert

0

observe-more-than-you-know

Ada sosok penyendiri di antara orang-orang yang sedang bergumul. Ada sosok pendiam di antara sekelompok orang yang sedang berinteraksi. Ada sosok yang terlihat serius di tengah keadaan yang tenang. Ada juga sosok yang terlihat acuh di tengah suasana yang tegang. Sosok ini berbeda,tak seperti kebanyakan orang. Namun ia bukanlah pemalu ataupun seorang yang berpenyakit ,  tetapi ia justru sedang memerhatikan. Ia senang menganalisa keadaan. Ia seorang Introvert.

Introvert adalah sebuah sifat dan karakter yang cenderung menyendiri. Mereka adalah pribadi yang tertutup dan mengesampingkan kehidupan sosial yang terlalu acak. Antonim dari sifat Introvert adalah Ekstrovert. Sifat Ekstrovert lebih membutuhkan sosial, cahaya, kebisingan, ruang lingkup yang luas dan sebagainya. Sedangkan Introvert lebih membutuhkan sebuah teh hangat dan berkumpul bersama beberapa teman dekat saja daripada pergi ke tempat yang penuh dengan orang asing. Introvert membenci basa-basi, oleh sebab itu mereka senang dengan perbincangan yang padat dan bersifat informatif.

Dari pernyataan di atas kita dapat mengambil kesimpulan kecil, bahwa Introvert adalah pribadi yang “dalam”. Istilah Introvert ini dipopulerkan oleh seorang tokoh Ilmu Psikologi yang bernama Carl Jung. Ia mengelompokan Introvert sebagai kaum minoritas. Walau kaum minor tetapi peranan mereka dalam kehidupan sosial sangat menonjol. Mungkin karena gestur dan sikap mereka yang sangat kontras berbeda dengan kelompok dominan yaitu Ekstrovert. Namun, seorang Introvert tak sepenuhnya senang menyendiri, hanya saja mereka lebih memilih untuk memiliki segelintir teman dekat namun padat seperti buku. Maksudnya adalah, teman yang memiliki cerminan pengetahuan dan pengalaman yang ada di hidup ini. Seorang Introvert pun tidak pernah menceritakan tentang hal yang bersifat pribadi kepada sembarang orang. Oleh karena itu, jika ada seorang Introvert yang dengan sukarela mengeluhkan masalahnya kepadamu, maka kau adalah orang yang sangat beruntung. Karena mereka telah mengategorikan dirimu sebagai seorang teman yang hebat.

Not-shy

Jadi, apa kelebihan yang dimiliki oleh seorang Introvert?

Seorang Introvert lebih fokus kepada hal yang bersifat psikis daripada fisik. Mereka senang menjelajahi ruang pikirnya, mereka membaca buku, menonton tayangan yang dapat mengasah otak, karena mereka haus dengan segala hal yang berbau informasi. Majalah American Journal of Psychiatry menyatakan bahwa, ada lebih banyak darah yang mengalir di daerah Anterior pada otak bagian depan seorang Introvert. Bagian ini berfungsi sebagai pengolah inti, seperti merencakan sesuatu dan pemecahan masalah. Itulah sebabnya mengapa mereka memiliki kekuatan konsentrasi yang baik, mereka cepat menangkap dan berintelegensi tinggi. Introvert adalah pemikir yang dalam. Mereka mampu melihat suatu hal dari segi manapun, berbeda dengan seorang Ekstrovert yang cenderung berpikir secara momentum saja. Selain itu mereka pandai dalam memilah sesuatu, baik itu hal kecil maupun besar, hal yang berguna maupun tidak.

Bahkan di dalam dunia kerja, seorang Introvert dapat bersikap tenang menghadapi segala tekanan dan permasalahan. Selalu berpikir sebelum berbicara adalah suatu naluri lahiriah bagi mereka. Introvert akan berhati-hati saat menjelaskan pendapatnya, karena mereka tak suka dengan pertikaian yang tak ada hasil. Oleh sebab itu mereka cenderung menjadi pendengar yang baik. Namun, di balik itu semua, seorang Introvert yang sedang mendengar sangat pandai dalam menggabungkan fakta-fakta dan prinsip serta pemikiran orang lain, kemudian dijadikannya sebuah klausa sebab-akibat yang baik, lalu dikemas rapih dan terbentuklah sebuah tesis, sebuah jawaban yang dapat menjadi pemecah masalah bagi sebuah perdebatan yang terjadi. Bagi Introvert diam bukan berarti tak mengerti atau tak peduli, tetapi mereka menganalisa. Kedetilan mereka akan segala hal membuat Introvert menjadi pekerja yang baik.

Di dunia seni, Introvert adalah penguasa. Ahli psikologi sekelas Mihaly Csikszentmihalyi dan Gregory Feist mengatakan bahwa, orang-orang Introvert adalah orang dengan kreatifitas berkelas nomor satu. Faktor ini terjadi karena mereka dapat menyelam penuh ke dalam pemikirannya. Membaur bersama intuisi dan ketenangan yang bersinergi dengan sunyi. Itulah syaratnya agar dapat menciptakan sebuah Adikarya. Biasanya seorang Introvert gemar menulis. Karena dalam menulis mereka dapat lebih terbuka dalam mempresentasikan pikiran ataupun membagikan pengalamannya kepada orang lain.

Ada sebuah fakta menarik dalam sebuah artikel di psychologytoday.com, yang menuliskan bahwa, orang yang Ekstrovert lebih mencari kebahagiaan dan kehidupan yang positif. Tetapi, bukan berarti Introvert mempunyai sifat yang berkebalikan, seorang Introvert tidak pernah mengategorikan dirinya sebagai sesuatu yang positif ataupun negatif, ia lebih cenderung menuju netral dalam kehidupannya. Seimbang, seperti Yin dan Yang. Mereka sosok yang bersahaja. Sebagai contoh, Mahatma Gandhi , dia adalah Introvert, Ghandi bersikeras memperjuangkan perdamaian demi  kebersamaan. Ia menetralkan semua bentuk perbedaan.

Selain Mahatma Ghandi, ada pula tokoh dunia yang lainnya, yaitu Albert Einstein, Bill Gates, Michael Jordan, Julia Roberts, Nicole Kidman, dan J.K Rowling. Mereka mampu membuktikan bahwa, dunia pun membutuhkan mereka.

Dan ini adalah sepenggal kutipan dari Nicole Kidman, ia pernah berkata, “…… Sementara introvert adalah kelompok minoritas dalam masyarakat, mereka membentuk sebuah mayoritas bagi orang-orang yang berbakat.”

Introvert memang pendiam namun memiliki sosok yang luar biasa di dalam tubuhnya. [satria gumilang]

Sumber: Wikipedia, Kompasiana, Livescience, Psychologytoday, American Journal of Psychiatry.