Your Quality based in your Dream

0

Assalamualaikum Wr. Wb

Woaah! Akhirnya mulai lagi untuk ‘mengabadikan pemikiran’ setelah sekian lama disibukan oleh urusan urusan yang bersangkutan dengan masa depan hehehe…. Dan juga sempat terdapat kendala pada blog ini, yaitu kesulitan untuk di buka.

Okey langsung saja,

DREAM!

Mimpi. Cita-cita. Hal tersebut tidak melulu tentang profesi masa depan. Tidak melulu masalah capaian capaian gelar/pangkat. Tapi lebih dari itu, mimpi juga bisa didefinisikan sebagai sesuatu yang kita inginkan tapi belum sempat kita capai, tetapi sudah kita rencanakan. Dan rata-rata orang lebih focus pada mimpi mereka yang berkaitan pada profesi masa depan, gelar masa depan dll yang bersangkutan mengenai hal hal seperti itu. 

Tidak dipungkiri, saya pun punya mimpi mimpi yang bersangkutan akan profesi masa depan. Tapi saya juga mempunyai mimpi yang mungkin jarang sekali orang memperhatikan mimpi yang seperti ini, mimpi mimpi yang kadang ‘dicap’ mustahil karna ngga ada dasar pijakan untuk mimpi seperti yang akan saya beberkan nanti.

Sedangkan mimpi profesi masa depan mungkin sudah bisa diprediksi dengan mempersiapkan diri dalam hal hal yang dibutuhkan untuk mencapainya. Seperti jika ingin menjadi seorang anggota militer, kita sudah bisa menyiapkan fisik serta persyaratan persyaratan lainnya dari jauh jauh hari. Atau pun ketika ingin kuliah di suatu Universitas favorit, tentu kita mempersiapkan kemampuan akademik kita dari jauh jauh hari pula.

Tapi saya mempunyai mimpi lebih dari sekedar mimpi mimpi diatas. Salah satu dari mimpinya yaitu,  Saya memiliki mimpi bahwa Saya sangat ingin memberi,bershadaqah,’mentraktir’ khususnya dalam hal materi tanpa pikir panjang. Tanpa khawatir harta saya akan habis. Tanpa berfikir ‘masih berapa harta saya’. 

Karna saya merasakan kebahagiannya tersendiri ketika dapat membantu orang orang yang membutuhkan, membantu teman teman saya yang sangat sabar menghadapi saya, membantu orang orang yang menyayangi saya. 

Materi memang bukan satu satunya yang dibutuhkan oleh mereka. Tapi setidaknya itu merupakan salah satu hal yang bisa dibilang ‘sedikit’ membuat mereka merasa bahagia, karna mungkin ada beberapa pihak yang merasa bahagia karna telah tercukupi kebutuhan kebutuhannya karna pemberian yang saya lakukan (Insya Allah). Dan saya ingin melakukan pemberian dengan rasa ikhlas seikhlas ikhlasnya. Tanpa pamrih sedikit pun. Karna saya selalu yakin, Allah SWT tau niat terdalam saya. Tanpa perlu saya menjelaskan panjang lebar kepada-NYA. Dan pada akhir tulisan ini saya selalu berharap pada Allah SWT untuk senantiasa membantu, senantiasa ‘bermain’ dalam proses saya untuk bisa mencapai semua mimpi yang ada. 

Aamiin! Stay think big, act wise!

Wassalamualaikum Wr. Wb.